Showing posts with label didik anak. Show all posts
Showing posts with label didik anak. Show all posts

Tuesday, November 08, 2011

8 Trik Agar Anak Tak Manja


Sikap manja anak bisa tumbuh, karena orangtua merasa tidak berdaya mengendalikan si kecil.
Anak-anak tak dilahirkan menjadi pribadi yang manja. Sayangnya, orangtua yang terlalu sabar membuat mereka menjadi manja. Tak mengherankan jika hampir 95 persen orangtua memanjakan anak-anak mereka.

Sikap manja anak bisa tumbuh, karena orangtua merasa tidak berdaya mengendalikan si kecil. Namun menurut psikolog anak dan remaja, Richard Bromfield, Ph.D., dari Harvard Medical, ada 8 tips untuk mengambil kembali kendali Anda sebagai orangtua, seperti dikutip dari Shine.

1. Berkomitmen untuk tidak memanjakan anak. Jadikan Anda dan suami suami sebagai pemimpin di rumah, sehingga mereka akan mengikuti. Jadi, bukan hanya Anda yang bisa mengikuti kemauan anak, mereka juga harus bisa mengikuti keinginan orangtua.

2. Jelas dan tegas. Beritahu anak-anak mengenai apa yang Anda harapkan secara gamblang. Misalnya, tekankan pada mereka untuk bisa mandiri membersihkan kamar sendiri dan menyiapkan segala keperluan sekolah.

3. Jangan ‘menyuap’ anak di rumah. Orangtua dan anak-anak akan membayar mahal kebiasaan ‘menyuap’ ini. Kebiasaan buruk ini akan terus mereka lakukan saat beranjak dewasa.

4. Hindari selalu membuat kesepakatan. Tunjukkan secara langsung pada mereka bahwa tidak semua aspek kehidupan yang mereka tuntut merupakan kesepakatan, dan bisa selalu dikabulkan.

5. Jadilah bos. Tidak berarti Anda harus kejam. Maksudnya, bos yang bisa memahami, menyenangkan, memimpin, dan berwibawa sebagai orangtua.

6. Perhatikan berapa banyak Anda belanja untuk anak-anak. Coba hitung, untuk satu minggu seberapa banyak uang yang Anda keluarkan untuk memenuhi keinginan anak, termasuk mainan, buku, perlengkapan sekolah, pakaian, makanan ringan, peralatan olahraga, hiburan, pelajaran musik, dan sebagainya.

Usahakan agar tidak terlalu memanjakan mereka dengan materi. Selain bisa belajar tidak manja, mereka juga akan belajar soal mengelola uang.

7. Menghargai setiap usaha lebih bagus dibanding hasilnya. Hal ini dapat membuat anak percaya diri sehingga kelak bisa mandiri. Sedangkan, sanjungan-sanjungan yang diberikan kepada anak, tidak akan membuat mereka percaya diri.

8. Luangkan waktu bersama anak. Misalnya carilah pengalaman dan kegiatan yang tidak banyak mengeluarkan biaya, seperti naik sepeda, berkebun, membangun sangkar burung, membantu melakukan proyek-proyek di sekitar rumah. Cara ini juga bisa jadi cara agar Anda dan anak-anak mengurangi kebiasaan menghabiskan waktu di mal.
READ MORE - 8 Trik Agar Anak Tak Manja

Agar Anak Lebih Berani


Kekerasan seringkali dialami anak-anak di sekolah. Ajari si kecil berani menghadapinya
Geram menyaksikan kekerasan terhadap anak-anak di sekolah? Anda tidak sendiri. Semua orangtua tentu tak ingin anak mereka mengalami kekerasan di sekolah.

Menurut Rabbi Shmuley, konselor keluarga seperti dikutip halaman Oprah.com, anak-anak sekarang cenderung lebih aresif, karena terpengaruh tontonan TV, video games dan film. Pengaruh buruk ini banyak dipraktekkan anak-anak di sekolah.

Agar buah hati tidak menjadi korban sebagai orang tua, Anda harus lebih peka jika ada perubahan pada sikap anak. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan jika Anda curiga anak mengalami kekerasan.

1. Pancing anak bicara. Anak yang mengalami kekerasan akan merasa malu dan takut serta tidak ingin mendiskusikannya dengan orang lain. Sikapnya akan lebih diam dan malas ke sekolah atau tempat dia mengalami kekerasan. Jika Anda mencurigai perubahan sikapnya, pancing dia bicara. Jika ia mengaku mengalami kekerasan, mintalah ia menceritakan sedetail mungkin agar Anda mengetahui persoalannya dengan jelas.

2. Ajarkan anak untuk membela diri. Tumbuhkan keberanian pada anak untuk bisa membela diri jika mengalami kekerasan. Ajarkan juga padanya untuk berani mengungkapkan peristiwa yang dialaminya. Jangan langsung melindunginya, hal itu akan membuatnya tidak mandiri. Tetapi jika kekerasan yang dialaminya parah dan berbahaya, baru Anda membantunya.

3. Beri Semangat. Yakinkan pada anak kalau ia bisa mengatasi permasalahan yang dialaminya dan Anda selalu ada di sampingnya untuk memberikan rasa aman. 

4. Jangan ragu bertindak. Jika kekerasan yang dialami anak sangat parah hingga menimbulkan trauma fisik dan mental Anda harus menindaklanjuti secara serius. Jika terjadi di sekolah, segera hubungi guru atau kepala sekolahnya. Apabila anak mengalami trauma berat, jangan segan untuk segera membawanya ke psikolog.
READ MORE - Agar Anak Lebih Berani